Tampilkan postingan dengan label Sultan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sultan. Tampilkan semua postingan

Pangkat Kewalian

Posted by Unknown Kamis, 20 Oktober 2016 0 komentar
Allah SWT menurunkan para auliya di bumi ini dalam 1 abad berjumlah 124.000 orang yang mempunyai tugas masing-masing sesuai pangkat atau maqomnya. Mereka inilah yang menjaga keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam agar alam tetap lestari hingga waktunya tiba. Tugas para wali Allah tidak selesai hanya dengan wafatnya mereka. 

Firman Allah dalam Surat Al-Imron ayat 169: “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu ‘mati’ bahkan mereka itu ‘hidup’ di sisi Tuhannya dengan mendapat rezqi”.

Para wali Allah hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidupnya itu. Inilah pangkat para wali Allah: 

1. Qutub Atau Ghauts (1 abad 1 orang)

2. Aimmah (1 abad 2 orang )

3. Autad (1 abad 4 orang di 4 penjuru mata angin)

4. Abdal (1 abad 7 orang tidak akan bertambah dan berkurang apabila ada wali Abdal yang wafat Allah menggantikannya dengan mengangkat wali Abdal yang lain (Abdal = Pengganti). Wali Abdal juga ada yang waliyah-nya)

5. Nuqoba’ (Naqib ) (1 abad 12 orang diwakilkan Allah masing-masing pada tiap-tiap bulan)

6. Nujaba’ (1 abad 8 Orang)

7. Hawariyyun (1 abad 1 orang) wali Hawariyyun diberi kelebihan oleh Allah dalam hal keberanian, pedang (jihad) di dalam menegakkan agama Islam di muka bumi.

8. Rojabiyyun (1 abad 40 orang yang tidak akan bertambah dan berkurang. Apabila ada salah satu wali Rojabiyyun yang meninggal Allah kembali mengangkat wali Rojabiyyun yang lain. Dan Allah mengangkatnya khusus pada bulan Rajab dari Awal bulan sampai akhir bulan. Oleh karena itu dinamakan Rojabiyyun.

9. Khotam (penutup wali) (1 alam dunia hanya 1 orang) yaitu Nabi Isa A.S ketika ia diturunkan kembali ke dunia menjelang kiamat. Kala itulah Allah mengangkatnya kelak menjadi wali khotam (Penutup). Tidak ada wali setelahnya.

10. Qolbu Adam A.S (1 abad 300 orang)

11. Qolbu Nuh A.S (1 abad 40 orang)

12. Qolbu Ibrohim A.S (1 abad 7 orang)

13. Qolbu Jibril A.S (1 abad 5 orang)

14. Qolbu Mikail A.S (1 abad 3 orang tidak kurang dan tidak lebih, Allah selalu mengangkat wali lainnya apabila ada salah satu dari wali Qolbu Mika'il yang wafat)

15. Qolbu Isrofil A.S (1 abad 1 orang)

16. Rijalul ‘Alamul Anfas (1 abad 313 orang )

17. Rijalul Ghoib (1 abad 10 orang tidak bertambah dan berkurang. Tiap-tiap wali Rijalul Ghoib ada yang wafat, seketika juga Allah mengangkat wali Rijalul Ghoib yang lain. Wali Rijalul Ghoib merupakan wali yang disembunyikan oleh Allah dari penglihatan makhluk-makhluk bumi dan langit. Tiap-tiap wali Rijalul Ghoib tidak dapat mengetahui wali Rijalul Ghoib yang lainnya. Ada wali dengan pangkat Rijalul Ghoib dari golongan jin mukmin. Semua wali Rijalul Ghoib tidak mengambil sesuatupun dari rizqi alam nyata ini. Mereka mengambil atau menggunakan rizqi dari alam ghaib.

18. Adz-Dzohirun (1 abad 18 orang)

19. Rijalul Quwwatul Ilahiyyah (1 abad 8 orang)

20. Khomsatur Rizal (1 abad 5 orang)

21. Rijalul Hanan ( 1 abad 15 orang)
 
22. Rijalul Haybati Wal Jalal ( 1 abad 4 orang)

23. Rijalul Fath (1 abad 24 orang) Allah mewakilkannya di tiap Sa’ah (Jam) wali Rijalul Fath tersebar di seluruh dunia. 2 orang di Yaman, 6 orang di negara Barat dan 4 orang di negara timur, dan sisanya di semuajihat (arah mata angin)

23. Rijalul Ma’arijil ‘Ula (1 abad 7 orang)

24. Rizalut Tahtil Asfal (1 abad 21 orang)

25. Rizalul Imdad (1 abad 3 orang)

26. Ilahiyyun Ruhamaniyyun (1 abad 3 orang). Pangkat ini menyerupai pangkatnya wali Abdal.

27. Rojulun Wahidun (1 abad 1 orang)

28. Rojulun Wahidun Markabun Mumtaz (1 abad 1 orang ). Wali dengan maqom Rojulun Wahidun Markab ini dilahirkan antara manusia dan golongan ruhanny (bukan murni manusia). Beliau tidak mengetahui siapa ayahnya dari golongan manusia. Wali dengan pangkat ini tubuhnya terdiri dari dua jenis yang berbeda. Pangkat wali ini ada juga yang menyebut "Rojulun Barzakh". Ibu dari wali pangkat ini dari golongan ruhanny Air. Innallah ala kulli syai'in qadir/ Sesungguhnya Allah SWT atas segala sesuatu berkuasa.

29. Syakhsun Ghorib (di dunia hanya ada 1 orang)

30. Saqit Arofrof Ibni Saqitil ‘Arsy (1 abad 1 orang)

31. Rijalul Ghina (1 abad 2 orang). Sesuai nama maqomnya (pangkatnya) wali ini sangat kaya, baik kaya ilmu agama, kaya ma’rifatnya kepada Allah maupun kaya harta yang ditasharrufkan di jalan Allah. Pangkat wali ini juga ada waliahnya (wanita).

31. Syakhsun Wahidun (1 abad 1 orang)

32. Rijalun Ainit Tahkimi waz Zawaid (1 abad 10 orang)

33. Budala’ (1 abad 12 orang ) Budala’ adalah Jama’ Sigoh Muntahal Jumu’ dari kata Abdal, tapi bukan pangkat wali abdal.

34. Rijalul Istiyaq (1 abad 5 orang)

35. Sittata Anfas (1 abad 6 orang) salah satu wali dari pangkat ini adalah Putra dari Raja Harun Ar-Royid yaitu Syeikh Al-’Alim Al-’Allamah Ahmad As-Sibty.

36. Rijalul Ma’ (1 abad 124 orang ). Wali dengan pangkat ini beribadahnya di dalam air. Diriwayatkan oleh Syeikh Abi Su’ud Ibni Syabil: "Pada suatu ketika aku berada di pinggir sungai Tikrit di Bagdad, dan aku termenung dan terbersit dalam hatiku “Apakah ada hamba-hamba Allah yang beribadah di sungai-sungai atau di lautan?”. Belum sampai perkataan hatiku tiba-tiba dari dalam sungai muncullah seseorang yang berkata “Akulah salah satu hamba Allah yang ditugaskan untuk beribadah di dalam Air”. Maka aku pun mengucapkan salam padanya. Lalu dia pun membalas salam. Tiba-tiba orang tersebut hilang dari pandanganku."

37. Dakhilul Hizab (1 abad 4 orang). Wali ini tidak dapat diketahui Kewaliannya oleh para wali yang lain sekalipun sekelas Qutbil Aqtob Seperti Syeikh Abdul Qodir Jailani karena wali ini ada di dalam Hijabnya Alloh. Namanya tidak tertera di Lauhil Mahfudz sebagai barisan para Aulia. Namun Nur Ilahiyyahnya dapat terlihat oleh para auliya' seperti diriwayatkan dalam kitab Nitajul Arwah bahwa suatu ketika Syeikh Abdul Qodir Jailani melaksanakan Thawaf di Baitullah, Makkah Mukarromah. Tiba-tiba Syeikh melihat seorang wanita dengan Nur Ilahiyyahnya yang begitu terang benderang sehingga Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani mukasyafah ke Lauhil Mahfudz. Dilihat di lauhil mahfudz, nama wanita ini tidak ada di barisan para wali-wali Allah. Lalu Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani bermunajat kepada Allah untuk mengetahui siapa wanita ini dan apa yang menjadi amalnya sehingga Nur Ilahiyyahnya terpancar begitu dahsyat. Kemudian Allah memerintahkan Malaikat Jibril A.S untuk memberitahukan kepada Syeikh bahwa wanita tersebut adalah seorang waliyyah dengan maqom/pangkat Dakhilul Hizab "Berada di dalam hijabnya Allah". Kisah ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa berhusnudzon (berbaik sangka) kepada semua makhluq Allah. 


Sumber : http://www.muslimoderat.com/2016/06/inilah-37-kepangkatan-waliyullah-dari.html#ixzz4NfV0Lz5o

Baca Selengkapnya ....

Mendapat kan ujian yg bertubi-Tubi

Posted by Unknown Selasa, 25 November 2014 0 komentar
Mendapat kan ujian yg bertubi-Tubi, jika kita rido akan Jobaan,kita pasti mendapat balasan terbaik,Untuk kita sendiri,udang di balik batu. (Sultan Agung 78)

Baca Selengkapnya ....

Dalam setiap luapan kata/ucapan

Posted by Unknown 0 komentar
Dalam setiap luapan kata/ucapan yg berbunyi maupun tdk, adalah wujud dari do'a serta niatan, maka jika tdk baik akan berakibat sama...? (Sultan Agung 78)

Baca Selengkapnya ....

Menimbang menilai hidup

Posted by Unknown 0 komentar
Menimbang menilai hidup adalah waktu yg panjang, tapi itu terbalik, kehidupan akan terasa cepat, karena kurang bermanfaat nya hidup kita..(Sultan Agung 78)

Baca Selengkapnya ....

Hikmah ujian

Posted by Unknown 0 komentar
Hikmah ujian dalam setiap perbuatan, akan menuai makna dan arti, sertabalasan di dunia^juga di akhirat ,.-(Sultan Agung  78)

Baca Selengkapnya ....

Sepenggal pandangan kehidupan

Posted by Unknown Rabu, 05 November 2014 0 komentar
Sepenggal pandangan kehidupan, ataupun merasakan hidup dlm sesaat, adalah ketidak seimbangan,

(Dawuh Sultan, Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

Menimbang menilai hidup

Posted by Unknown 0 komentar
Menimbang menilai hidup adalah waktu yg panjang, tapi itu terbalik, kehidupan akan terasa cepat, karena kurang bermanfaat nya hidup kita..

 (Dawuh Sultan, Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

Mendapat kan ujian yg bertubi-Tubi

Posted by Unknown 0 komentar
Mendapat kan ujian yg bertubi-Tubi, jika kita rido akan Jobaan,kita pasti mendapat balasan terbaik,Untuk kita sendiri,udang di balik batu.

(Dawuh Sultan, Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

Do'a dan salam serta sukur terhadap semua

Posted by Unknown 0 komentar
Do'a dan salam serta sukur terhadap semua,- dengan memanjatkan do'a, untuk kita semua, bermanfaat barokah buat kita, semua.. Amin..

(Dawuh Sultan, Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

Setetes air bisa menghilangkan dahaga

Posted by Unknown 0 komentar
Setetes air bisa menghilangkan dahaga, jika kita dalam kehausan dan cuman itu Adanya,- hargai diri sendiri, juga hargai alam ini..

(Dawuh Sultan, Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

sELAMAT PAGI, SALAM AKTIFITAS, MOGA DALAM KESUKURAN

Posted by Unknown 0 komentar
sELAMAT PAGI, SALAM AKTIFITAS, MOGA DALAM KESUKURAN DAN TEGUH DALAM KEYAKINAN KITA. Dalam percakapan hari ini, aku mendapat pandangan yg baik, kenapa dunia ini berputar, kenapa ada macam2 kehidupan, kenapa ada macam2 Mahluk, trs kenapa manusia juga bermacam-macam pola dalam hidup, ada yg di atas ada yg di bawah, yg terkadang kita sendiri merasa iri dan kurang adil kadang-kadang melihat itu semua. Ibarat AIR jika mau mengalir pasti lah jalan nya ada yg tinggi dan rendah, ada yg terjal dan ada yg halus, jika tdk seperti itu Air tidak akan bisa mengalir... Harkat dan Drajat tdk pernah menjadi ukuran tinggi rendah nya dalam kehidupan, tapi rasa nikmat dan tulus akan kesukuran kita merasakan nya.. Itu lah yg menjadi kan kita mulia...

(Dawuh Sultan : Sultan Agung Toejoeh Delapan)

Baca Selengkapnya ....

10 Filosofi Jawa, yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga

Posted by Unknown Rabu, 22 Oktober 2014 0 komentar
10 Filosofi Jawa, yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga : 1. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik) 2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak). 3. Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dgn sikap bijak, lembut hati dan sabar) 4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji- Aji, Sugih Tanpa Bondho (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan; Kaya tanpa didasari kebendaan) 5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu). 6. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja). 7. Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi). 8. Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo kolo Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka). 9. Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat). 10. Ojo Adigang, Adigung, Adiguno (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti)

Dawuh Sultan

Baca Selengkapnya ....

mengubah Takdir. Setiap manusia

Posted by Unknown 0 komentar
mengubah Takdir. Setiap manusia masing-masing mempunyai kemampuan terbaiknya, satu dengan yg lain tdk bisa di samakan. Manusia juga mempunyai potensi sangat sempurna untuk menjadi makhluk terbaik.(Dawuh Sultan)

Baca Selengkapnya ....

mengubah Takdir. KITA HARUS MAU

Posted by Unknown 0 komentar
mengubah Takdir. KITA HARUS MAU BELAJAR MENIKMATI PROSES PERJUANGAN, Menikmati tetesan Keringat dan air mata. Dengan perjuangan, nilai kehormatan yang sesungguhnya bisa terwujud.(Dawuh Sultan)

Baca Selengkapnya ....

menyikapi Takdir. Ekonomi, mutlak

Posted by Unknown 0 komentar
menyikapi Takdir. Ekonomi, mutlak diperluakan dalam kondisi bagaimanapun, relasi menjadi pintu menuju kiprah yg lebih luas untuk beraktualisasi dan mengasah potensi. Sementara itu, mental progresif (untuk terus maju) membuat kita mampu "menjemput bola dan memainkannya." (Dawuh Sultan)

Baca Selengkapnya ....

keyakinan jgn kau timbang

Posted by Unknown 0 komentar
keyakinan jgn kau timbang, hidup Jgn kau banding kan, ilmu jgn kau banggakan, bodoh jangan acuh kan, tahta dan harta jgn membuatmu tinggi, tampan dan cantik jgn membuatmu senang, jelek dan buruk jgn membuatmu risau, sehat dan sakit jgn membuatmu seyum juga sedih, .. SUKURILAH dgn semua yg TUHAN beri rawat dan hargai lah semua dgn ketulusan HATIMU,- tegakkan kepala mu dan melangkah lah terus sampai semua perjuangan sampai KEPADANYA PADA AKHIRNYA... HANYA DIA YG TAU MENGERTI AKAN SEGALA NYA.... BISMILLAAH.......(Dawuh SultanAgung 78)

Baca Selengkapnya ....
Bismillah Semoga Berkah - Copyright of Kelembutan Ketuhanan .