Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Hikmah. Tampilkan semua postingan

Masa depan

Posted by Unknown Minggu, 10 Februari 2019 0 komentar

🔆 👤🔜 _*Masa DEPAN*_ 🔰

Bahasa Kitab-nya .... _Husnudzon_
in English.... _Optimist_
Boso Jowo ne... 🤔🤨 ( ?? 😬)
Anak2 Millenial... _Move ON_

1 detik yg lalu *sudah pasti* jadi _Masa Lalu_
walau isinya masalaaaahhh tok🥴🥴... tetaplah masa lalu

1 detik ke depan adlh _Masa DEPAN_
Isinya ?? .... 1 pun manusia gak ada yg tau 😬😬
_TAPI_...seringkali kita *mengisinya dg _Masa Lalu_* detik demi detik

Padahal di 1 detik berikutnya kita lho bisa *langsung mengisinya* dengan 1 perkataan baik. apakah itu ??
Segera saja Langsung ucapkan *ALLOH...*...detik itu juga !! walaupun _hanya dalam HATI_

Songsonglah 1detik Masa Depan dengan _Husnudzon...Optimist...Move On..._ dg ALLOH (meskipun masih berupa ucapan hati)

[Sumber: Nasehat e Mbah (Kang) Marji di Pondok]


Baca Selengkapnya ....

Anda ingin sukses atau anda ingin bahagia....???

Posted by Unknown Sabtu, 19 Januari 2019 0 komentar

Copas kang youdin WA,(kimunitas pecinta pondok PETA)

*Anda ingin sukses atau anda ingin bahagia....???* 😁

Banyak orang ingin sukses. Sukses itu berbeda dengan Bahagia.
Orang sukses adalah orang yang berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, Sedangkan orang bahagia adalah orang yang menyenangi apa yang dimiliki.........

Kita berikan penjelasan kepada ia kayak apapun,, kalau ia gak mau dengar dan ga mau ngerti terus kita bisa apa....???☺

Orang lain akan bahagia dengan cara ia inginkan. Kita tak akan bisa membuatnya bahagia dengan cara yg kita tentukan.
Tugas kita bukan membuat ia bisa mengerti perasaan kita......
Tugas kita adalah harus bisa menata perasaan kita sendiri.... 🙏🏻☺

Kopine wes entek.....,, saiki kerjo maning.... 😍🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂🏃‍♂


Baca Selengkapnya ....

Nge twit

Posted by Unknown Jumat, 11 Januari 2019 0 komentar

Jika tidak bisa berdzikir yang melahirkan twit (WA) yang fikir, maka ngetwitlah (nge-WA lah) sembari berdzikir. Karena huruf2 ABCD itu berisi Asma-Asma Allah.
Jika tidak bisa ngetwit (nge-WA) bersama Allah, maka ngetwitlah (nge-WA lah) yang menuju pada Allah.
(kultwit @KHMLuqman)


Baca Selengkapnya ....

Jika tidak bisa...

Posted by Unknown Selasa, 08 Januari 2019 0 komentar

Jika tidak bisa berdzikir yang melahirkan twit (WA) yang fikir, maka ngetwitlah (nge-WA lah) sembari berdzikir. Karena huruf2 ABCD itu berisi Asma-Asma Allah.
Jika tidak bisa ngetwit (nge-WA) bersama Allah, maka ngetwitlah (nge-WA lah) yang menuju pada Allah.
(kultwit @KHMLuqman)


Baca Selengkapnya ....

Maknai

Posted by Unknown Senin, 07 Januari 2019 0 komentar

Maknai setiap huruf yang anda baca itu, maknanya Allah Allah. Dan anda jangan merasa bisa Allah Allah. Karena Allah Allah itu dari Allah bukan dari dirimu. Rasakan betapa agungnya Allah Allah yang dari Allah.
(kultwit @KHMLuqman)


Baca Selengkapnya ....

Mutiara mutiara hikam

Posted by Unknown Minggu, 06 Januari 2019 0 komentar

Alhikam:

Siapa yang tidak mengindahkan kebajikan2 Allah yang lembut, maka ia akan diingatkan melalui rantai cobaan yang membelenggu.

(kultwit @KHMLuqman 30-12-18)


Baca Selengkapnya ....

Diam diam

Posted by Unknown Minggu, 16 Desember 2018 0 komentar

DIAM-DIAM
Anda muak dg kesombongan, diam2 anda ternyata sombong
Anda benci dg riyak, diam2 anda lakukan sembunyi2
Anda gerah dg bully, diam2 anda balasdendam
Anda geli melihat orang takjub diri, diam2 anda senyum2 sendiri didepan cermin.
Suatu saat anda kan tertawakan dirisendiri.
@KHMLuqman


Baca Selengkapnya ....

Seorang hamba

Posted by Unknown Senin, 19 November 2018 0 komentar

"Seorang hamba dengan ibadahnya bisa sampai ke surga, tapi ia tidak bisa sampai ke hadirat Tuhan nya kecuali beradab ketika sedang beribadah. Barang siapa tidak bisa memelihara adab dalam ketaatannya maka ia akan terhalang dari Tuhannya oleh 70 lapis penghalang atau hijab." (Abu Ali ad-Daqqaq).


Baca Selengkapnya ....

Membakar Al Quran

Posted by Unknown Minggu, 10 Juni 2018 0 komentar

Setelah sebelumnya Kiai Tua menegur Kiai Muda yang masih saja menggendong gadis ayu dalam pikirannya selama berjam-jam, keduanya kembali meneruskan perjalanan. Hujan deras membasahi mereka. Mereka kesulitan mencari tempat bereduh….terus berjalan hingga hujan usai barulah mereka menemukan bangunan tua yang tak lagi berbentuk utuh, untuk berlindung dari rasa dingin dan sekedar menyendarkan punggung mereka yang sudah letih.

Kiai Tua meminta kawan seiringnya, Kiai Muda, untuk mengumupulkan sejumlah dahan dan ranting. Lantas Kiai Tua mencoba membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka yang terus menggigil kedinginan. Tapi ranting yang basah membuat api tak bisa membakar. Kiai Tua mengeluarkan pisau lipatnya dan mulai mengikis kulit luar ranting yang basah. Asumsinya di bagian dalam kayu masih belum basah. Kembali ia hidupkan api, namun api tak bertahan lama dan masih gagal membakar ranting.

Kiai Tua menoleh kepada Kiai Muda, yang bibirnya sudah biru menahan dingin dan tubuh yang basah kuyup. “Kemarikan mushaf al-Qur’an milikmu!” pinta Kiai Tua. Maka Kiai Muda mengeluarkan mushafnya yang tersimpan di dalam tas kulitnya. “Alhamdulillah mushaf tidak basah pak yai,” seru Kiai Muda, yang lantas berusaha membaca beberapa ayat. Ia menduga Kiai Tua memintanya membaca al-Qur’an ditengah kondisi yang amat sangat dingin itu. Tapi ia keliru. Mushaf dari tangannya diambil, lantas ia dengar Kiai Tua berkata: “kalau mau terus mengaji, gunakan hafalanmu saja. Aku mau membakar mushaf ini.”

Kiai Muda terlonjak kaget. Bagaimana mungkin di tengah kondisi yang sangat genting ini Kiai Tua berubah menjadi sinting: hendak membakar Mushaf! Entah syetan mana yang memasuki benak Kiai Tua ini. Benar kata orang rupanya, ini Kiai Sesat. Menyesal Kiai Muda telah menemani perjalanan Kiai Tua.

Satu demi satu lembar Mushaf itu dirobek oleh Kiai Tua, dan dibakar seraya berharap apinya menjadi tahan lama untuk merambat membakar ranting. Akhirnya berhasil juga, api dari lembaran mushaf mulai membakar ranting. Mereka selamat. Api menyala. Mereka berdua merapat ke arah api untuk mengusir dingin yang menusuk tulang.

Kiai Tua berkata lembut: “Mushaf inilah yang menyelamatkan kita, malam ini tidak dengan cara dibaca seperti biasanya, tapi dengan aku bakar lembarannya. Besok kita bisa dapat Mushaf baru. Dan ayat-ayat suciNya tidak pernah terbakar, tetap tersimpan di dalam hati kita. Yang malam ini terpaksa aku bakar hanya lembarannya bukan ayatNya. Alhamdulillah.”

Kiai Muda angkat wajahnya ke atas memandang langit. Perlahan kerlip bintang mulai muncul di atas sana, sementara di hatinya mulai muncul pencerahan akan makna memelihara kehidupan. Kiai Tua lantas mengajak Kiai Muda berzikir bersama ditemani hangatnya api unggun.

Bersambung…..insya Allah

Tabik,

Nadirsyah Hosen


Baca Selengkapnya ....

7 pesan Gus Dur

Posted by Unknown Senin, 04 Juni 2018 0 komentar

7 pesan Gus Dur yang Insya Allah banyak manfaat dan bisa menyadarkan kita akan arti pentingnya amaliah yang sering lalai kita laksanakan dalam kehidupan sehari".

pertama, Solat Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada solat tahajjudnya. Pastinya doa akan mudah termakbul dan menjadikan kita semakin hampir dengan Allah SWT.

Kedua: Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat qursi.

Ketiga: Hadirkan diri ke masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkatan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT .

Keempat: Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha. Yakinlah, kesan solat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima: Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari. Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat kali ganda.

Keenam: Jaga wudhu terus menerus kerana Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhuk senantiasa ia akan merasa selalu dalam keadaan solat walaupun ia belum lagi solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, Malaikat berdoa untuknya iaitu “ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT ”.

Ketujuh: Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.


Baca Selengkapnya ....

Jadikan dunia sebagai budakmu

Posted by Unknown Rabu, 23 Mei 2018 0 komentar

JADIKAN DUNIA SEBAGAI BUDAKMU!

Syekh Ibnu ‘Arabi mengatakan: “Wahai penguasa hawa nafsu, peliharalah hawa nafsumu agar  tetap bersih dari cinta kepada dunia ini, dan bebaskan ia dari kebergantungan terhadap dunia. Dengan demikian, hawa nafsumu akan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan setia kepada kerajaan kalbumu, serta tidak akan menentangmu. Ingatlah, Tuhan telah menjadikanmu sebagai khalifah-Nya dan menempatkanmu pada tingkatan Ilahiah di dunia ini, serta mengajarkan tentang kewajibanmu kepada dirimu sendiri.

Kalian berdua ini, yakni engkau dan dunia, saling berhubungan satu sama lain, Ketika Dia menilaimu lebih utama daripada yang lain, maka sebenarnya Dia telah menunjukkan rasa benci-Nya kepada dunia, tidak pernah menatap wajahnya kecuali satu kali saat Dia menciptaknnya. Ingatlah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Dunia ini dilaknat Allah, demikian pula orang-orang di atasnya yang telah melupakan-Nya.”
Bagaimana mungkin dunia ini menjadi indah dengan berdampingan denganmu yang telah diciptakan Allah sebagai makhluk-Nya yang unik, dari zat cahaya ketuhanan-Nya sendiri?

Tuhan pernah berfirman, “Hai dunia, Aku menyuruhmu, jadilah hamba yang setia kepada orang-orang yang setia menyembah-Ku, dan jadikanlah penguasa zalim terhadap orang-orang yang menyembahmu.”

Ketahuilah, Tuhan telah menjadikan dunia sebagai budakmu yang hina, dan ia menyediakan kebutuhan hidupmu tanpa pamrihm demikian pula kebutuhan hidup kerajaan (kalbu)-mu yang patuh dan setia kepadamu. Maka, perindahlah apa yang engkau butuhkan dan inginkan dari dunia ini.

Lalu, ajarkan orang-orang yang mengikutimu untuk melakukan hal serupa, agar dunia yang telah menjadi budakmu dapat menjadi indah. Namun, janganlah terpedaya olehnya. Salah satu cara agar tak terpedaya olehnya adalah dengan membatasi kebutuhanmu hanya kepada apa yang dihalalkan oleh Allah. Jika engkau menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang haram di dunia, serta tidak tergoda olehnya, niscaya engkau akan dapat menyelamatkan dirimu darinya, dan ia akan menjadi budakmu. Maka, apa yang ingin engkau peroleh darinya akan datang kepadamu tanpa pamrih, tanpa engkau harus bersusah payah mengambilnya.”

--Syekh Ibnu ‘Arabi dalam Kitab Tadbirat al-Ilahiyyah fi Ishlah al-Mamlakah al-Insaniyah.


Baca Selengkapnya ....

Wasiat Shaikh Abu Hasan As syadzili

Posted by Unknown 0 komentar

Imam Asy-Syadzili mengatakan, “Seorang sufi mempunyai empat sifat utama;
 1) Berakhlak dengan akhlak Allah;
2) Berdampingan dengan perintah-perintah Allah;
3) Menghilangkan ego karena malu  kepada Allah; dan
5) Selalu berlapang hati dengan ketulusan fana bersama Allah.”

Menurut beliau,  “Dalil itu terbagi menjadi 3 bagian, yakni; dalil dari akal, dalil dari jalan  karamah (kemuliaan), dan dalil dari jalan Sirr. Jalan ketiga itu untuk para nabi dan sebahagian orang-orang shiddiq. Sedangkan jalan karamah adalah bagi para wali Allah dan jalan akal bagi para alim (ulama).”

Imam Asy-Syadzili juga mengatakan, “Sebagian dari ahli Hikmah mengatakan, ‘Makrifat dari Allah datang dalam dua sisi. Satu sisi datang dari jalan anugerah murni dan sisi yang lain dari jalan usaha yang sungguh-sungguh.
Adapun dari anugerah murni, terjadi seperti  suatu kaum yang Allah muliakan mereka dengan kemurahan-Nya. Karena itu, dengan karamah dan kemurahan-Nya mereka sampai kepada ketaatan kepada-Nya. Sedangkan dari jalan sungguh-sungguh, adalah mereka yang dengan ketaatan kepada-Nya dapat mencapai kemurahan dan karamah-Nya.”

--Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili dalam kitab Durrat Al-Asrar wa Tuhfat Al-Abrar


Baca Selengkapnya ....

Belajar ilmu hakikat

Posted by Unknown 0 komentar

BELAJAR ILMU HAKIKAT DARI SYEKH ABU HASAN ASY-SYADZILI

Imam Asy-Syadzili mengatakan, “Keyakinan adalah nama atau sebutan untuk pencapaian hakikat-hakikat tanpa ada keraguan maupun tirai penutup. Sedangkan Makrifat adalah penyingkapan ilmu-ilmu disertai dengan tirai penutupnya. Maka, jika tabir itu tersingkap, kita menyebutnya al-yaqin.

Dengan demikian, para ahli hakikat itu majdzub dan para ahli makrifat tercabut dari dirinya. Makrifat-makrifat itu adalah pusaka-pusaka simpanan dan cahaya-cahaya adalah pandang-pandangan penerangan. Makrifat adalah keluasan. Tauhid adalah ketulusan. Hikmah adalah penyampaian. Dan, cahaya adalah penjelasan.

Objek pengetahuan itu terdiri dari 2 bentuk, yakni: anugerah-anugerah dan perolehan-perolehan usaha. Dan, perolehan itu dapat dilihat dalam 2 bentuk, yaitu: satu bentuk dari jalan pendengaran dan bentuk lain dari jalan analisa (pandangan).”

Beliau juga mengatakan, “Ilmu hakikat itu adalah ilmu yang tidak disibukkan dengan perbedaan-perbedaan dan tidak memerlukan bukti-bukti penguat dengan penafian terhadap perbandingan-perbandingan semisal dan hal-hal yang berlawanan, seperti ilmu Rasul, shiddiq dan wali. Siapa yang memasuki wilayah ilmu ini, maka dia seperti orang yang tenggelam di lautan dan terhantam oleh deburan-deburan ombaknya. Maka, adakah lawan yang menjejali (dengan air)  atau berusaha menemuinya? Atau adakah orang yang membiarkan atau melihatnya saja? Siapa yang tidak memasuki wilayah ilmu ini memerlukan firman Allah SWT, “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat,” (QS As-Syura [42]: 11)”

--Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili dalam kitab Durrat Al-Asrar wa Tuhfat Al-Abrar karya Muhammad Ibn Abi Qasim Al-Humairi.
Moga bermanfaat!


Baca Selengkapnya ....

Lemah lembut

Posted by Unknown Sabtu, 19 Mei 2018 0 komentar

Allah menjelaskan bahwa Nabi-Nya, Muhammad, sebagai orang yang memiliki akhlak yang agung. Allah Ta’ala berfirman.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Sungguh, kamu mempunyai akhlak yang agung” [Al-Qalam : 4]

Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang ramah dan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]

Allah juga menjelaskan bahwa beliau adalah orang yang penyayang dan memiliki rasa belas kasih terhadap orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman.

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min” [At-Taubah : 128]

Rasulullah memerintahkan dan menganjurkan kita agar senantiasa berlaku lemah lembut. Beliau bersabda.

يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا، وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا

“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 69 dan Muslim no. 1734 dari Anas bin Malik. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 1732 dari Abu Musa dengan lafaz.

بَشِّرُوا وَلاَ تُُنَفِّرُواوَيَسِّرُوا وَلاَتُعَسِّرُوا

“Berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. Mudahkanlah dan janganlah kalian persulit”.

Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no.220 meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah berkata kepada para sahabatnya pada kisah tentang seorang Arab Badui yang kencing di masjid.

دَعُوهُ وَهَرِيْقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلاً مِنْ مَاءِ أَوْ ذَنُو بًا مِنْ مَاءٍ فَإِنَّمَا بُعِشْتُمُ مُيَسِّرِينَ وَلَمْ تُبْعَشُوا مُعَسِّرِيْنَ

“Biarkanlah dia ! Tuangkanlah saja setimba atau seember air. Sesungguhnya kalian diutus untuk mempermudah, bukan untuk mempersulit”

Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah hadits no.6927 bahwa Rasulullah bersabda.

يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ

“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muslim no. 2593 dengan lafaz.

يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَالاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ

“Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya”

Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya no.2594 dari Aisyah, Nabi bersabda.

إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”

Muslim juga meriwayatkan hadits no. 2592 dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bersabda.

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ

“Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan”.

Allah pernah memerintahkan dua orang nabiNya yang mulia yaitu Musa dan Harun untuk mendakwahi Fir’aun dengan lembut. Allah Ta’ala berfirman.

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas. Berbicaralah kepadanya dengan kata-kata yang lembut, mudah-mudahan ia mau ingat atau takut” [Thaha : 43-44]

Allah juga menjelaskan bahwa para sahabat yang mulia senantiasa saling bekasih sayang. Allah Ta’ala berfirman.

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad itu adalah utusan Allah. Orang-orang yang selalu bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” [Al-Fath : 29]


Baca Selengkapnya ....

Nabi Misa & Pengemvala

Posted by Unknown Senin, 02 April 2018 0 komentar

Copas ts rencang.

Nabi Musa as.
yang ditegur
(Posted in Nabi Musa as)
Nabi Musa as yang ditegur ihya' al ullumiddin
Pada zaman Nabi Musa as dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. Ia tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya.
Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.
Sepanjang hari ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya,

“Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku pada-Mu?

Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu?
Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernafas.
Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu.

”Suatu hari, Nabi Musa as melewati padang gembalaan tersebut dalam perjalanannya menuju kota. Ia memperhatikan sang gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit..

Sang gembala menyapa Tuhan, “Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasut-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu?

Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu?
Di manakah Engkau, supaya akudapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?

”Musa mendekati gembala itu dan bertanya, “Dengan siapa kamu berbicara?

” Gembala menjawab, “Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, bumi dan langit.

” Musa as murka mendengar jawaban gembala itu,
“Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu.
Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!

”Sang gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan.
Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan

Musa as yang terus berkata, “Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa, sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki?

Apakah Tuhan seorang anak kecil, yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Mahasempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun.
Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan.
Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!

”Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar.
Dia juga tak mengerti mengapa Nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang musuh tapi ia tahu betul bahwa seorang Nabi pastilah lebih mengetahui dari siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya.

Ia berkata kepada Musa, “Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya.

” Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir.
Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat,

Nabi Musa as melanjutkan perjalanannya menuju kota.
Tiba-tiba Allah Yang Mahakuasa menegurnya,

“Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintainya?
Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya.”

Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut.

Tuhan berfirman,

“Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan daripadanya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian.
Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan.
Ingatlah bahwa di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa.
Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu.
Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami, walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna.”

Suara dari langit selanjutnya berkata,

“Mereka yang terikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta. Dan umat yang beragama bukanlah umat yang mengikuti cinta. Karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri.”

Tuhan kemudian mengajarkan Musa as rahasia cinta. Setelah Musa as memperolehpelajaran itu, ia mengerti kesalahannya.Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk meminta maaf.

Berhari-hari Musaas berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui gembala yang dicarinya. Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda.

Hampir-hampir Musa kehilangan harapan tetapi akhirnya Musa as berjumpa dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama.

Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat kepada sang Nabi.

Musa as berkata,

“Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku, bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih.
Karena apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia.”

Sang gembala hanya menjawab sederhana,
“Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat.
Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku tak dapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku.”

Kemudian ia bangkit dan meninggalkan Musa as. Nabi Musa as menatap gembala itu sampai ia tak kelihatan lagi. Setelah itu Musa as kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.

Cerita di atas melukiskan kepada kita bahwa ada sekelompok orang yang mengambil cinta sebagai agamanya. Kalau seseorang telah meledakkan kecintaannya kepada Tuhan, dia tidak lagi dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk melukiskan seluruh kecintaannya kepada Allah SWT.

Di dalam cinta, kata-kata menjadi tidak punya makna. Dari kisah ini juga kita belajar bahwa untuk dapat mendekati Allah swt, tidak diperlukan kecerdasan yang tinggi atau ilmu yang sangat mendalam.

Salah satu cara utama untuk mendekati Tuhan adalah hati yang bersih dan tulus. Tidak jarang pengetahuan kita tentang syariat membutakan kita dari Tuhan.
Tidak jarang ilmu menjadi hijab yang menghalangi kita dengan Allah SWT.

Kita akhiri kisah ini dengan sabda Nabi SAW,

“Innallâha lâ yanzhuru illâ shuwarikum walakinallâha yanzhuru illâ qulûbikum. Ketahuilah,
(sesungguhnya Tuhan tidak memperhatikan bentuk-bentuk luar kamu. Yang Tuhan perhatikan adalah hati kamu.”)

SEMOGA BISA BUAT KAJIAN DALAM MENTELAAH DIRI  SEBELUM MENILAI AKAN SEMUA YANG TELAH DI CIPTAKAN ALLOH

( SALAM)


Baca Selengkapnya ....

Kalam ulama

Posted by Unknown Rabu, 21 Maret 2018 0 komentar

Abdurrohim Zuhdi:
Fawaid dari Madras Rauhah Ribath Tarim

(Dirangkum dari kalam Grand Mufti as-Sayyid Abu Bakar Balfagih oleh Muhammad Ihsan mahasiswa tingkat empat Universitas al-Ahgaff)

. Seorang ahli tasawuf bukanlah orang yang sering berbicara tentang tasawuf atau karomah, tetapi tasawuf ialah ilmu al-Hal  (akhlaq dan perilaku).

. Bersalaman dapat menghilangkan kebencian. Memberi hadiah dapat menghilangkan permusuhan dan kemarahan.

. Terimalah hadiah, walaupun orang yang memberi hadiah lebih memerlukan barang tersebut, dan hendaknya kita balas dengan yang lebih dari apa yang ia kasih.


الصالح : من قام بحق الله و بحق عباد الله
Orang shalih ialah orang yang menunaikan hak Allah  dan hak hamba-hambaNya.


كم من الأموات تحي القلوب # وكم من الأحياء تميت القلوب
Berapa banyak orang yang telah wafat dapat menghidupkan hati dan berapa banyak orang yang masih hidup dapat mematikan hati.

قل حرفا واستمع ألفا
Katakanlah satu huruf dan dengarkanlah seribu huruf (utamakanlah adab).

. Seseorang datang kepada sayyidina Ali Zainal Abidin ketika di majelis beliau sambil memaki dan mencaci. Setelah orang tersebut selesai, beliau pun berkata,
" Alhamdulillah, terima kasih. Aib saya yang tidak kamu ketahui lebih banyak dari pada aib yang kau sebutkan".

. Nabi Muhammad SAW juga bercanda, tapi tidak terlalu sering. Karena beliau mempunyai wibawa yang sangat agung.

. Seorang sahabat berkata,
"Tidaklah seorang masuk bertemu Nabi, kecuali ia keluar telah menjadi alim faqih"
Shallu 'ala Muhammad.

. Imam Haddad berkata,
‎المرء حيث قصده لا حيث ‏جسمه‎"
"Seseorang itu berdasarkan hati dan pikirannya bukan berdasarkan keberadaan jasadnya."

. Berapa banyak orang yang berada di pengajian, tetapi hati dan pikirannya berada di luar.

. Perdamaian yang dilarang adalah perdamaian yang menghalalkan sesuatu yang haram dan mengharamkan sesuatu yang halal.

. Tidak dianggap berbohong dalam tiga permasalahan,
1) Mendamaikan pasangan suami istri;
2)Mendamaikan dua orang yang sedang bertikai;
3) Siasat perang.

#kalam_ulama


Baca Selengkapnya ....

Pesan Shaikh Ibnu Athaillah

Posted by Unknown Senin, 12 Maret 2018 0 komentar


SYEIKH IBNU 'ATHOILLAH AS-SAKANDARIY RA.

"Jika engkau telah berusia empat puluh tahun, maka segeralah untuk memperbanyak amal shaleh siang maupun malam. Sebab, waktu pertemuanmu dengan Allah 'Azza wa Jalla semakin dekat. Ibadah yang kau kerjakan saat ini tidak mampu menyamai ibadah seorang pemuda yang tidak menyia-nyiakan masa mudanya. Bukankah selama ini kau sia-siakan masa muda dan kekuatanmu. Andaikata saat ini kau ingin beramal sekuat-kuatnya, tenagamu sudah tidak mendukung lagi.

Oleh karena itu beramallah sesuai kekuatanmu. Perbaikilah masa lalumu dengan banyak berdzikir, sebab tidak ada amal yang lebih mudah dari dzikir. Dzikir dapat kamu lakukan ketika berdiri, duduk, berbaring maupun sakit. Dzikir adalah ibadah yang paling mudah"

Rasulullah saw bersabda :

وليكن لسانك رطبا بذكر اللّه

"Dan hendaklah lisanmu basah dengan berdzikir kepada Allah swt"

Bacalah secara berkesinambungan doa' dan dzikir papa pun yang mudah bagimu. Pada hakikatnya engkau dapat berdzikir kepada Allah swt adalah karena kebaikannya. Ia akan mengaruniamu…..

"Ketahuilah, sebuah umur yang awalnya disia-siakan, seyogyanya sisanya dimanfaatkan. Jika seorang ibu memiliki sepuluh anak dan sembilan diantaranya meninggal dunia. Tentu ia akan lebih mencintai satu-satunya anak yang masih hidup itu. Kamu telah menyia-nyiakan sebagian besar umurmu, oleh karena itu jagalah sisa umurmu yang sangat sedikit itu.
Demi Allah, sesungguhnya umurmu bukanlah umur yang dihitung sejak engkau lahir, tetapi umurmu adalah umur yang dihitung sejak hari pertama engkau mengenal Allah swt.

"seseorang yang telah mendekati ajalnya ( berusia lanjut ) dan ingin memperbaiki segala kekurangannya di masa lalu, hendaknya dia banyak membaca dzikir yang ringkas tetapi berpahala besar. Dzikir semacam itu akan membuat sisa umur yang pendek menjadi panjang, seperti dzikir yang berbunyi :

سبحان اللّه العظيم وبحمده عدد خلقه ورضانفسه وزنة عرشه ومداد كلماته

Maha suci Allah yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya, (kalimat ini kuucapkan) sebanyak jumlah ciptaan-Nya, sesuai dengan yang ia sukai, seberat timbangan Arsy-Nya dan setara dengan jumlah kata-kata-Nya.

Jika sebelumnya kau sedikit melakukan shalat dan puasa sunah, maka perbaikilah kekuranganmu dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah saw. Andaikata sepanjang hidupmu engkau melakukan segala jenis ketaatan dan kemudian Allah swt bershalawat kepadamu sekali saja, maka satu shalawat Allah ini akan mengalahkan semua amalmu itu. Sebab, engkau bershalawat kepada Rasulullah sesuai dengan kekuatanmu, sedangkan Allah swt bershalawat kepadamu sesuai dengan kebesaran-Nya. Ini jika Allah swt bershalawat kepadamu sekali, lalu bagaimana jika Allah swt membalas setiap shalawatmu dengan sepuluh shalawat sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah Hadits Shahih?
Betapa indah hidup ini jika kau isi dengan ketaatan kepada Allah swt, dengan berdzikir kepada-Nya dan bershalawat kepada Rasulullah saw."

"Orang yang menggunakan masa sehatnya untuk bermaksiat kepada Allah swt adalah seperti seorang anak yang mendapat warisan dari ayahnya sebesar seribu dinar, kemudian ia gunakan semua uang itu untuk membeli ular dan kalajengking yang sangat berbisa yang kemudian mengelilingi dan menggigitnya. Bukankah ular dan kalajengking tersebut akan membunuhnya?

Kamu gunakan masa sehatmu untuk bermaksiat kepada Allah swt, maka nilaimu adalah seperti burung pemakan bangkai yang terbang berkeliling mencari bangkai, dimana pun ia dapatkan, maka ia segera mendarat.

Jadilah seperti tawon, kecil tetapi memiliki cita-cita yang mulia. Ia hisap wewangian dan ia produksi madu yang enak.

Engkau sudah terlalu lama bergelimang kemaksiatan, kini terjunlah ke dalam hal-hal yang dicintai Allah 'Azza wa Jalla.

Telah kujelaskan hakikat permasahan ini kepadamu, tetapi orang yang lalai tidak akan sadar meskipun memperoleh berbagai rencana. Sebab wanita yang kurang waras akalnya ketika putranya mati, ia justru tertawa. Begitu pula dirimu, engkau tinggalkan shalat malam, puasa sunah dan berbagai amal shaleh lain yang dapat kau kerjakan dengan seluruh anggota tubuhmu, tetapi tidak sedikitpun engkau merasa sakit. Kelalaian telah membunuh hatimu. Orang hidup akan merasa sakit ketika tertusuk jarum, akan tetapi, sesosok mayat tidak akan merasa sakit meskipun tubuhnya di potong-potong dengan sebilah pedang.

Saat ini hatimu sedang mati, karena itu duduklah di majelis yang penuh hikmah,sebab, di dalamnya terdapat hembusan karunia dari surga. Hembusan karunia itu dapat kamu temukan di rumahmu, di perjalananmu. Jangan tinggalkan majelis hikmah ( majelis ilmu ), andaikata dirimu masih melakukan banyak maksiat, jangan berkata :
"Apa manfaatnya aku datang ke majelis ilmu, sedangkan aku senantiasa bermaksiat dan tidak mampu meninggalkannya.
Akan tetapi, lepaskan busur panahmu selalu, jika hari ini tidak tepat sasaran, bisa jadi besok tepat sasaran."

"Engkau hendaknya berpikir untuk melakukan amal sebaik mungkin, bukan sebanyak mungkin. Banyak amal jika tidak dilakukan dengan baik adalah seperti pakaian yang banyak jumlahnya, tetapi harganya murah harganya. Sedangkan sedikit amal tetapi berkualitas (dikerjakan dengan baik) adalah seperti sedikit pakaian tetapi mahal harganya.

Amal yang berkualitas (dikerjakan dengan baik) adalah seperti sebuah intan berlian, kecil bentuknya tetapi mahal harganya. Orang yang menjadikan hatinya selalu ingat kepada Allah swt dan berjuang untuk melindungi hatinya dari pengaruh hawa nafsu, maka itu lebih utama daripada banyak melakukan shalat dan puasa sunah ( tetapi hatinya dikuasai hawa nafsu ).
Orang yang melakukan shalat dengan hati lalai adalah seperti seseorang yang menghadiahkan seratus peti kosong kepada seorang raja, tentunya sang raja akan marah dan selalu mengingat perbuatan buruknya ini.

Sedangkan orang yang shalat dengan hati yang hadir ( khusyuk ), adalah seperti seorang yang menghdiahkan sebutir intan berlian seratus dinar kepada seorang raja, sang raja pun akan mengingat dan memujinya selalu."

"suatu perbuatan paling berbahaya yang harus kamu waspadai adalah dosa-dosa kecil. Sebab, ketika berbuat dosa besar, engkau menyadari bahayanya dan segera bertobat. Tetapi, terhadap dosa-dosa kecil, engkau seringkali meremehkannya dan tidak bertobat darinya. Engkau seperti seorang diselamatkan oleh Allah swt dari kejaran seekor harimau (pemisalan dosa besar), tetapi kemudian bertemu dan diterkam oleh lima puluh ekor srigala (pemisalan dosa kecil).

Allah Ta'ala mewahyukan :

وتحسبونه هينا وهو عند اللّه عظيم

Kalian menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah swt adalah besar. ( An-Nur, 24 : 15 ).

Dosa besar jika disandarkan pada kemurahan Allah swt menjadi kecil. Sedangkan dosa-dosa kecil jika kau lakukan secara terus-menerus menjadi dosa besar. Racun meskipun sedikit mampu membunuh. Dosa kecil itu ibarat percikan-percikan api. Percikan api kadang mampu membakar sebuah kota. Dan pada hakikatnya api yang berkobar berasal dari percikan-percikan api kecil."

"Ukurlah dirimu dengan shalat. Jika ketika shalat engkau tidak memikirkan segala sesuatu selain Allah swt, maka berbahagialah. Tetapi, jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu setiap kali kau gerakkan kakimu menuju shalat.
Pernahkah engkau melihat seorang kekasih tidak ingin bertemu kekasihnya?

Allah Ta'ala mewahyukan :

إنّ الصّلاة تنهى عن الفحشآء والمنكر 

Sesungguhnya shalat akan mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. 

(Al-Ankabut, 29 : 45)

Barangsiapa ingin mengetahui kedudukannya di sisi Allah swt, maka ia perhatikan bagaimana shalatnya, ia kerjakan dengan tenang dan khusyuk, atau dengan tergesa-gesa dan lalai. Jika shalat tersebut ternyata kau lakukan dengan lalai dan tergesa-gesa, maka taburkanlah pasir ke wajahmu.
Seseorang yang duduk bersama penjual parfum akan mencium aroma wanginya. Sedangkan shalat adalah sebuah ibadah yang seakan-akan kita sedang duduk bersama Allah swt. Jika engkau duduk bersama Allah swt, tetapi tidak memperoleh apa-apa, itu tandanya dalam hatimu terdapat penyakit, entah itu kesombongan, berbangga diri atau ketidak sopanan.

Allah swt mewahyukan :

سأصرف عن آياتي الذ ين يتكبّرون في الأرض بغير الحقّ

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. ( Al-A'raf, 7 : 146 ).

Selepas shalat ia tidak pantas bergegas ( tergesa-gesa ) untuk meninggalkan tempat shalatnya. Akan tetapi, hendaknya dia berdzikir kepada Allah swt dan beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas segala kekurangan yang ia lakukan di dalam shalatnya. Berapa banyak shalat yang tidak layak untuk diterima Allah swt, tetapi setelah engkau beristigfar memohon ampun kepada-Nya atas shalat tersebut, Allah swt kemudian menerimanya. Dahulu Rasulullah saw selepas shalat beristigfar sebanyak tiga kali."

"Sesungguhnya orang yang bermaksiat kepada Allah adalah dia yang tidak mengenal siksa-Nya, dan orang yang tidak taat kepada-Nya adalah dia yang tidak mengetahui pahala yang IA sediakan.
Andaikata mereka melihat siksa neraka, tentu mereka tidak akan lalai. Dan andaikata mereka melihat berbagai kenikmatan yang disediakan Allah swt bagi penghuni surga, tentu sekejap pun mereka tidak akan meninggalkan ibadah."

"Jika engkau berteman dengan para pecinta dunia, mereka akan menyeretmu untuk mencintai dunia. Jika engkau berteman dengan para pecinta Akhirat, maka mereka akan membawamu untuk mencintai Allah swt.

Rasulullah saw bersabda :

يحشر المرء على دين خليله, فلينظر أحد كم من يخالل 

Seseorang akan dikumpulkan sesuai dengan agama temannya, oleh karena itu, setiap orang dari kalian hendaknya memperhatikan siapa yang ia jadikan sebagai teman.

(HR. tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dengan matan berbeda).

Sebagaimana ketika akan makan engkau memilih makanan yang enak dan tidak berbahaya dan juga ketika akan menikah kau pilih wanita cantik, maka ketika akan berteman pilihlah orang yang dapat menunjukkan kepadamu jalan menuju keridhaan Allah swt.
Ketahuilah, sesungguhnya kamu memiliki tiga teman :
Harta, ia akan meninggalkanmu saat kau mati.Keluarga, mereka akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur.Amal, ia tidak akan pernah meninggalkanmu.Oleh karena itu, pilihlah teman yang tidak akan meninggalkanmu sendirian di dalam kubur dan akan akan selalu menghiburmu (yaitu amal shaleh)."

"Jika seorang hamba sombong, merasa mulia dan berbangga diri dengan ibadahnya, kemudian dia menuntut orang lain untuk memenuhi hak-haknya dan ia sendiri tidak berusaha memenuhi hak mereka, maka orang seperti ini dikhawatirkan akan meninggal dengan cara yang buruk (Su'ul khatimah), semoga Allah swt melindungi kita darinya.
Jika seorang hamba berbuat maksiat, tetapi engkau perhatikan dia menangis, sedih, hatinya hancur, merasa hina dan merendahkan diri kepada orang-orang yang shaleh, mengunjungi mereka dan mengakui dirinya penuh kesalahan, maka orang yang seperti ini memiliki peluang untuk meninggal dengan cara yang baik (Husnul Khatimah)."

"Jika kau ingin bermaksiat kepada Allah swt, maka lakukanlah di tempat dimana DIA tidak melihatmu dan dengan kekuatan yang tidak berasal dari-Nya, dan kedua hal ini mustahil dapat kamu lakukan, sebab semua yang kau gunakan untuk bermaksiat adalah nikmat-Nya.
Kau gunakan nikmat yang IA anugerahkan untuk bermaksiat kepada-Nya. Bahkan kau sangat ahli bermaksiat dalam berbagai bidang. Terkadang engkau menggunjing, terkadang mengadu domba dan terkadang memandang yang haram. Ibadah yang kau bangun selama tujuh puluh tahun kau robohkan dalam sekejap.
Hai penghancur ketaatan, Allah swt menjadikanmu miskin adalah agar kau berdoa' dan memohon kepada-Nya.
Hai orang yang menenggelamkan nafsunya dalam berbagai keinginan jahat dan maksiat, andai saja kau beri nafsumu hal-hal yang mubah ( tidak berdosa dan tidak berpahala ).
Mengapa engkau tidak mencintai DIA yang ketika kau berbuat buruk kepada-Nya, justru memberimu berbagai nikmat dan bermurah kepadamu?"

"Jika ingin membersihkan air maka akan kau singkirkan segala hal yang dapat mengotorinya. Anggota tubuhmu ini seperti selokan-selokan yang bermuara ke hati. Karena itu jangan kau alirkan kotoran ke dalam hatimu, seperti pergunjingan, pengadu dombaan, ucapan yang buruk, pandangan yang haram dan lain sebagainya.
Hati akan bercahaya dengan memakan makanan halal, berdzikir, membaca Al-Qur'an dan menjaga mata dari pandangan yang tidak mendatangkan pahala, pandangan yang kurang disukai agama dan pandangan yang haram. Jangan biarkan matamu memandang sesuatu, kecuali jika pandangan itu menambah ilmu dan hikmahmu."
🙏

Copas


Baca Selengkapnya ....

Mahfuuzhat 81-87

Posted by Unknown Sabtu, 03 Februari 2018 0 komentar

Mahfuzot dan Syair abu nawas lengkap (bag V)

Kata mutiara Mahfuzot dan Syair abu nawas lengkap (bag V)

DI POSTING OLEH AMMAR IHSAN

SELASA, 26 JUNI 2012

Berikut  Kata mutiara Mahfuzot dan Syair abu nawas lengkap (bag V)
81. كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.

82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.

83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ تَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka (bukan budak) cukuplah dengan isyarat.

84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
Perhatikanlah apa-apa yang dikatakan (diucapkan) dan janganlah meperhatikan siapa yang mengatakan.

85. الحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ
Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.

86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا
Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya.

87. إِلهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً # وَلاَ أَقْوَى عَلىَ النَّارِ الجَحِيْمِ
            Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga,
 tapi aku tidak kuat dalam neraka.

     فَهَبْ ليِ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبيِ # فَإِنَّكَ غَافْرُ الذَّنْبِ العَظِيْمِ
            Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku,
sesungguhnya engkau  Maha Pengampun dosa yang besar.

     ذُنُوْبيِ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ # فَهَبْ ليِ تَوْبَةً يَاذاَالجَلاَلِ
            Dosaku bagaikan bilangan pasir,
maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.

      وَعُمْرِي نَاقِصٌ فيِ كُلِّ يَوْمٍ # وَذَنْبيِ زَئِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِ
            Umurku ini setiap hari berkurang,
sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

       إِلهِي عَبْدُكَ العَاصِي أَتَاكَ # مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
            Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu ‘
dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu.

     فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَا أَهْلٌ # فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ
            Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah ahli pengampun.
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?

Demikianlah Kata mutiara Mahfuzot dan Syair abu nawas lengkap (bag V), Semoga dapat Bermanfaat!


Baca Selengkapnya ....

Mahfuuzhat 61-80

Posted by Unknown 0 komentar

DI POSTING OLEH AMMAR IHSAN

SENIN, 25 JUNI 2012

 Berikut Kumpulan kata mutiara mahfuzot lengkap (bag IV)

61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.

62. لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.

63. مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.

64. أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
            1). Kecerdasan
            2). Kethoma’an (terhadap ilmu)
            3). Kesungguhan
            4). Harta benda (bekal)
            5). Mempergauli guru
            6). Waktu yang panjang

65. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلا
Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.

66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.

67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.

68. النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
Kebersihan itu sebagian dari iman.

69. إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.

70. لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.

71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.

72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.

73. دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
Obatilah kemarahan itu dengan diam

74. الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.

75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
Bukan setiap yang mengkilat itu emas.

76. سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.

77. قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.

78. صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.

79. عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.

80. خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.


Baca Selengkapnya ....

Mahfuuzhat 41-60

Posted by Unknown 0 komentar

41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.

42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.

43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).

44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.

45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.

46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.

48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.

49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.

50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).

52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

53. إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).

54. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.

55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.

56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.

57. وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.

58. هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.

59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
Pokok dosa itu, adalah kebohongan

60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya. 


Baca Selengkapnya ....
Bismillah Semoga Berkah - Copyright of Kelembutan Ketuhanan .